Sentuhan Kemanusiaan Calon Perwira Polri di Tengah Puing Kebakaran Wewangriu

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Puing-puing sisa kebakaran di kawasan Parebbae, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, menjadi saksi hadirnya kepedulian dari seorang calon perwira kepolisian. Di tengah masa rehat pendidikannya, Eko Putra Prasetyo, siswa Lemdiklat Polri Angkatan ke-56, memilih turun ke lapangan untuk menemui langsung para korban yang sedang berduka, Jumat (31/7/2026).

Langkah nyata yang diambil oleh siswa perwakilan Polda Sulawesi Selatan ini bukan sekadar kunjungan formal. Ia datang membawa paket bantuan logistik untuk meringankan beban pokok warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal.

Bagi Eko, seragam kemanusiaan harus selalu dipakai kapan pun dan di mana pun, termasuk saat menjalani masa cuti Integrasi Belajar Lapangan (IBL) Setukpa Lemdiklat Polri. Menurutnya, esensi tertinggi dari korps Bhayangkara adalah perlindungan dan pengayoman yang tulus kepada masyarakat yang sedang tertimpa kemalangan.

“Jiwa penolong harus melekat pada setiap anggota polri. Menolong sesama yang kesusahan adalah wujud nyata dari fungsi pelayanan, pengayoman, dan perlindungan warga,” ungkap Eko di lokasi bencana.

Aksi filantropi ini sendiri merupakan bagian dari agenda Bakti Sosial Mandiri. Program tersebut diwajibkan bagi seluruh Siswa Inspektur Polisi di berbagai wilayah Indonesia guna mengasah kepekaan sosial mereka sebelum resmi dilantik menjadi perwira.

“Orientasi utama dari program ini adalah penempaan karakter. Kami dididik agar peka dan tanggap terhadap situasi darurat di lingkungan sekitar. Polisi harus menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” papar calon perwira berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) tersebut.

Melalui uluran tangan ini, Eko berharap bisa memantik kembali senyum dan optimisme keluarga korban yang sedang menghadapi masa-masa sulit pascabencana. Ia menilai kehadiran fisik dan dukungan moral sama pentingnya dengan bantuan materiil yang diberikan.

“Harapan kami, bantuan ini bisa menjadi penopang sementara bagi kebutuhan keluarga di sini. Polri wajib hadir membawa semangat baru, bukan hanya menegakkan aturan hukum semata,” tuturnya.

Di akhir kunjungannya, Eko menyelipkan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga soliditas antarwarga melalui aksi saling bantu di tingkat akar rumput.

“Musibah ini adalah ujian bersama. Semoga nilai gotong royong warga sekitar bisa meringankan duka yang ada. Kami mendoakan agar keluarga yang terdampak diberikan ketabahan ekstra untuk segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka,” tutup Eko. (Syam)