Pernikahan Dini dan Kehamilan di Usia Muda Jadi Sorotan, Pemdes Baruga dan Mahasiswa KKN UIN Palopo Gelar Seminar Edukasi

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Maraknya kasus kehamilan di bawah usia 20 tahun serta tingginya risiko kesehatan ibu dan anak mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Baruga bersinergi dengan Karang Taruna dan mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar seminar edukasi pernikahan dini. Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga Collaboration Center (BCC), Kecamatan Malili, Luwu Timur, Selasa (22/9/2026).

​Mengangkat tema “Before I Do: Siap Menikah atau Sekadar Ingin Menikah?”, seminar ini diinisiasi berdasarkan temuan data kesehatan masyarakat setempat. Catatan Puskesmas Malili periode Januari–Agustus 2026 mengindikasikan masih ditemukannya kasus kehamilan remaja di bawah umur serta kejadian keguguran dan Kematian Janin dalam Rahim (KJDR), termasuk di wilayah Desa Baruga.

​Panitia penyelenggara dari mahasiswa KKN UIN Palopo menegaskan bahwa pernikahan di usia yang terlalu muda kerap mengabaikan kematangan fisik, mental, sosial, hingga ekonomi. Hal ini berdampak langsung pada tingginya risiko medis saat kehamilan serta keharmonisan rumah tangga di masa depan.

“Pencegahan pernikahan dini sangat krusial dilakukan melalui edukasi berkelanjutan. Remaja perlu dibekali pemahaman mendalam mengenai kesiapan membangun rumah tangga agar kesehatan ibu dan anak, serta keharmonisan keluarga dapat terjaga,” ujar perwakilan mahasiswa KKN UIN Palopo di sela-sela kegiatan.

​Untuk memberikan pemahaman komprehensif dari berbagai sudut pandang mulai dari hukum agama, hukum negara, hingga kesehatan panitia menghadirkan empat pakar lintas instansi sebagai pemateri, yakni:

​H. Muh. Yunus, S.Ag., M.H. (Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Luwu Timur)

​Arif Wahyu Kurniawan, S.H. (Hakim Pratama Muda Pengadilan Agama Luwu Timur)

​Ahmad Supandi Patampari, S.Sy., M.H. (Penghulu Ahli Pertama KUA Luwu Timur)

​Hasnah Muhasa, S.Kep., Ns., M.KM. (Penanggung Jawab Mutu Pelayanan Puskesmas Malili)

​Melalui forum edukatif ini, Pemdes Baruga bersama para pakar berharap para remaja dan masyarakat luas makin sadar akan pentingnya merencanakan pernikahan secara matang demi menekan angka pernikahan anak serta menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Luwu Timur. (Syam)