Dua Tim Beda Keseruan: Potret Kemeriahan Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak Adu Strategi Domino di Pesta Pernikahan Wotu

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Suasana penuh keakraban dan gelak tawa mewarnai salah satu acara pesta pernikahan warga di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, pada Jumat malam (18/9/2026). Acara yang awalnya merupakan ajang silaturahmi keluarga dan kerabat ini mendadak berubah menjadi sangat meriah berkat digelarnya kompetisi permainan domino tradisional.

Permainan kartu domino kali ini dikemas dengan cara yang unik. Panitia membagi area permainan menjadi dua kelompok terpisah yang memiliki atmosfer berbeda, yakni tim khusus bapak-bapak dan tim khusus ibu-ibu. Kedua kelompok ini tampak sama-sama kompetitif namun tetap menjunjung tinggi rasa kebersamaan.

Pantauan di lokasi acara memperlihatkan kelompok bapak-bapak yang menempati meja tersendiri tampak sangat fokus. Dengan sesekali diselingi obrolan ringan, mereka terlihat serius memutar otak, menyusun strategi terbaik demi memenangkan setiap putaran kartu kuning berlogo lingkaran merah tersebut.

Berbanding terbalik dengan ketegangan santai di meja bapak-bapak, keseruan luar biasa justru meledak di area tim ibu-ibu. Suasana di sudut ini jauh lebih riuh dan ekspresif. Sorak-sorai dan tawa renyah pecah berkali-kali setiap kali ada salah satu pemain yang berhasil mengunci pergerakan kartu lawan atau memenangkan giliran.

Kebahagiaan ini diakui langsung oleh salah satu peserta ibu-ibu yang ikut larut dalam permainan, Ibu Mise. Ia mengungkapkan rasa senang yang mendalam atas inisiatif panitia pesta yang menyediakan ruang hiburan bagi kaum perempuan.

“Saya selaku perwakilan ibu-ibu peserta merasa sangat senang dan bahagia bila ada acara domino seperti ini diadakan. Kalau ada pesta semacam ini, kita ibu-ibu juga merasa senang bisa ikut bermain, sekaligus bisa menghilangkan rasa capek setelah seharian beraktivitas di dapur,” ungkap Ibu Mise dengan wajah berbinar penuh tawa.

Puncak keseruan malam itu terjadi saat permainan memasuki babak akhir untuk menentukan pemenang. Tim ibu-ibu yang berhasil meraih poin tertinggi langsung bersorak gembira merayakan kemenangan mereka. Kemeriahan pun ditutup dengan sesi pembagian hadiah, di mana para pemenang mendapatkan bingkisan kotak yang dibungkus rapi dengan kertas cokelat.

Kompetisi ditutup dengan foto bersama, memperlihatkan rona kebahagiaan yang terpancar jelas dari seluruh wajah peserta yang hadir. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebahagiaan sebuah pesta pernikahan tidak hanya milik pengantin, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang berkesan bagi seluruh warga yang terlibat. (Syam)