Dewan Pendidikan Luwu Timur Temukan Sejumlah Sekolah Rusak Parah, SMPN 1 dan 2 Burau Jadi Atensi Khusus

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur mendapati sejumlah bangunan sekolah dan fasilitas penunjang belajar-mengajar dalam kondisi rusak berat. Temuan tersebut diperoleh setelah Dewan Pendidikan turun langsung melakukan inspeksi lapangan guna memverifikasi aduan yang masuk dari para guru dan orang tua murid.

​Ketua Dewan Pendidikan Luwu Timur, Herdinang, S.Ag., mengonfirmasi bahwa kondisi riil di lapangan memang memprihatinkan dan menguatkan laporan yang diterima pihaknya selama ini.

“Laporan yang disampaikan para guru dan orang tua murid mengenai kerusakan fasilitas sekolah itu benar adanya. Kami sudah melihat langsung kondisinya di lapangan,” ujar Herdinang saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (17/9/2026).

​Berdasarkan hasil penelusuran selama sepekan, mulai 7 hingga 12 September 2026, tim menemukan berbagai jenis kerusakan fisik yang didominasi faktor usia bangunan. Kerusakan mencakup plafon ruang kelas yang lapuk dan jebol, dinding retak melembar, meja dan kursi belajar yang tidak layak pakai, hingga fasilitas sanitasi (WC) yang rusak.

​Tokoh yang akrab disapa HRD ini menegaskan, perbaikan atas kerusakan tersebut tidak bisa ditunda lagi. Kerusakan struktur bangunan, terutama plafon yang rapuh dan retakan dinding, berpotensi besar membahayakan keselamatan para siswa maupun tenaga pengajar saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung.

Sorotan Utama: SMPN 1 dan SMPN 2 Burau

​Dari sekian lokasi yang ditinjau, kondisi di SMPN 1 Burau dan SMPN 2 Burau menjadi atensi paling mendesak. Di kedua sekolah tersebut, terdapat setidaknya enam Ruang Kelas Belajar (RKB), mebeler, serta Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang membutuhkan intervensi dan perbaikan fisik berskala besar.

“Di SMPN 1 dan SMPN 2 Burau, tingkat kerusakannya terbilang cukup parah. Ini harus segera ditangani agar tidak mengganggu proses pembelajaran dan keselamatan anak-anak kita,” tegas HRD.

Akan Dilaporkan Langsung ke Bupati

​Seluruh data dan fakta hasil peninjauan lapangan ini dipastikan tidak berhenti sebagai catatan internal semata. Dewan Pendidikan Luwu Timur bakal merekomendasikan penanganan darurat ini secara resmi kepada pemerintah daerah.

“Hasil kunjungan ini kami rangkum menjadi catatan khusus. Dalam waktu dekat, laporan detailnya akan kami teruskan secara langsung kepada Bupati Luwu Timur melalui Dinas Pendidikan agar langkah penanganan nyata bisa segera direalisasikan,” pungkas Herdinang. (Syam)