Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Amuk si jago merah melahap kawasan vegetasi di Kabupaten Luwu Timur pada Jumat (4/9/2026). Dalam sehari, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Luwu Timur mencatat sedikitnya empat titik kebakaran lahan yang mengepung wilayah tersebut, hingga merembet dan merusakkan aset ekonomi milik warga.
Insiden terparah menerjang Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Kobaran api yang membakar sekitar 4 hektare lahan kering di area tersebut tak hanya merusak vegetasi, tetapi juga menjalar dan menghanguskan satu unit bangunan tempat budi daya sarang burung walet milik warga setempat.
Laporan kejadian pertama kali diterima petugas pada pukul 09.41 WITA. Merespons cepat ancaman tersebut, personel gabungan Regu 01 Posko Malili dan Regu 01 Mako Damkar dikerahkan ke lokasi hanya semenit setelah laporan masuk. Petugas tiba di lokasi pada pukul 09.55 WITA dan langsung mengisolasi pergerakan api agar tidak mendekati pemukiman warga sekitar.
“Proses pemadaman membutuhkan waktu dan kerja keras karena kondisi angin serta material lahan yang mudah terbakar. Operasi penanganan di Desa Harapan baru benar-benar selesai dan dinyatakan aman pada pukul 16.20 WITA,” ujar perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur.
Belum usai penanganan di Desa Harapan, armada Damkar kembali harus terbagi untuk merespons tiga kejadian kebakaran lahan lain di hari yang sama, yaitu:
- Puncak Indah Trans Lorong Tiga, Kecamatan Malili
- Jalan Ki Hajar Dewantara, Puncak Indah, Kecamatan Malili
- Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti
Akumulasi dari empat lokasi kejadian tersebut mencatatkan total kerusakan lahan mencapai kurang lebih 7 hektare.
Menanggapi maraknya kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur mengeluarkan penegasan keras kepada seluruh lapisan masyarakat. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan serta menghentikan total praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan metode pembakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang rentan memicu eskalasi api. (Syam)












