Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Langkah berbeda ditunjukkan Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, dalam menjaga ritme komunikasinya dengan masyarakat. Di tengah padatnya agenda birokrasi, orang nomor dua di Bumi Batara Guru ini memilih keluar dari ruang rapat formal dan hadir langsung di tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi warga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Malili, Selasa (01/09/2026).
Kehadiran Puspawati di sentra perdagangan hasil laut tersebut awalnya bertujuan untuk berbelanja kebutuhan dapur pribadi. Namun, momen ini sekaligus dimanfaatkannya untuk melakukan monitoring langsung terhadap pergerakan ekonomi sektor perikanan yang menjadi salah satu urat nadi penghidupan masyarakat lokal.
Pantauan di lokasi menunjukkan atmosfer yang jauh dari kesan kaku protokoler pejabat. Menggunakan pakaian harian yang santai, Puspawati tampak membaur tanpa jarak. Beliau menyusuri lapak demi lapak, mengamati dari dekat kualitas komoditas laut yang dijajakan, hingga menyambangi para pekerja perempuan yang sedang sibuk menjemur komoditas ikan kering di atas anyaman bambu.
Pendekatan dialogis yang humanis ini menjadi potret komunikasi dua arah yang efektif. Alih-alih menggunakan forum seremonial, penyaringan aspirasi justru mengalir natural lewat obrolan-obrolan ringan di sela-sela transaksi jual beli. Langkah taktis ini dinilai sangat strategis bagi jajaran pemangku kebijakan untuk menangkap potret riil, tantangan, serta dinamika yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro dan nelayan di lapangan.
Sebagai salah satu pusat perputaran uang di sektor perikanan, TPI Malili memang memerlukan perhatian berkala dari pemerintah daerah. Kehadiran figur pemimpin di tengah pasar tradisional seperti ini dinilai mampu meruntuhkan pembatas birokrasi, sekaligus membuka ruang dengar yang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi riil di akar rumput.
Bagi Puspawati Husler, esensi dari sebuah kepemimpinan adalah kehadiran yang nyata di tengah masyarakat. Agenda belanja kali ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan domestik, melainkan ruang refleksi untuk melihat lebih dekat bagaimana geliat ekonomi warga Luwu Timur bergerak setiap harinya. Tanpa sekat dan tanpa seremoni, kunjungan informal ini sukses menonjolkan sisi kepemimpinan yang bersahaja dan merakyat. (Syam)












