Tingkatkan Kualitas Layanan Dasar, Pokja IV TP-PKK Bekerjasama Dinkes Luwu Timur Latih Kader Posyandu

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Untuk meningkatkan kapasitasnya, Pokja IV TP-PKK Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur menggelar “Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu” bagi Kader Posyandu Desa se Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Trans Malili ini berlangsung sejak tanggal 29 Juni – 8 Juli 2026 dan dibagi menjadi III angkatan yang diikuti oleh 128 orang kader Posyandu Desa se Luwu Timur.

Pelatihan ini dirancang sebagai program penguatan kapasitas. Dimana kader terpilih nantinya akan menjadi tutor sebaya yang bertugas menularkan ilmu kepada kader lain di wilayahnya masing-masing. Tujuannya membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru terkait pencatatan, pelaporan, serta deteksi dini stunting.

25 Keterampilan Inti Kader Posyandu

Materi pelatihan dikemas menjadi 25 keterampilan praktis yang wajib dikuasai kader, antara lain:

1. Teknik Penimbangan & Pengukuran: BB, TB, LiLA, dan cara membaca KMS dengan benar

2. Interpretasi Pertumbuhan: Mengisi dan membaca grafik KMS, mengetahui BB Tidak Naik (BUT)

3. Skrining Stunting: Identifikasi balita berisiko stunting dan rujukan

4. Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Standar gizi, porsi, dan penyajian

5. Konseling 1000 HPK: Pendampingan ibu hamil, menyusui, dan balita

6. Edukasi Gizi Seimbang: Isi Piringku untuk balita dan keluarga

7. Deteksi Dini Tanda Bahaya: Pada ibu hamil, nifas, dan bayi baru lahir

8. Imunisasi Dasar: Jadwal, jenis, dan pencatatan imunisasi

9. Sanitasi & PHBS: Promosi jamban sehat dan air bersih

10. Pencatatan & Pelaporan: Pengisian buku register, SP2TP, dan aplikasi e-PPGBM

11. Manajemen 5 Meja Posyandu: Sesuai standar Kemenkes

12. Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE): Cara menyampaikan pesan kesehatan ke masyarakat

13. Pendataan Keluarga Berisiko Stunting

14. Pemantauan PTM: Cek tekanan darah dan gula darah sederhana

15. P3K Dasar di Posyandu

16. Pemberdayaan Masyarakat: Menggerakkan warga untuk aktif ke Posyandu

17. Kerja Sama Lintas Sektor: Dengan Bidan Desa, PKK, dan Pemerintah Desa

18. Etika dan Sikap Kader

19. Dokumentasi Kegiatan

20. Penanganan Balita Gizi Kurang

21. Pemberian ASI Eksklusif

22. MP-ASI yang Tepat

23. Pengelolaan Dana Operasional Posyandu

24. Mitigasi Stigma pada Keluarga Stunting

25. Evaluasi dan Tindak Lanjut Kunjungan Rumah

Pelatihan dikemas dengan praktik langsung dan simulasi, agar kader lebih siap saat turun ke Posyandu.

Kader Adalah Mitra Strategis

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Luwu Timur, Drs. Askar, M.Si menyampaikan bahwa kader adalah mitra strategis pemerintah.

“Kader Posyandu bekerja secara sukarela dengan hati. Dengan pelatihan ini kami harap data yang dihasilkan semakin valid, pelayanan semakin ramah, dan deteksi kasus stunting bisa lebih cepat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Salah satu peserta, Aswiyanti dari Posyandu Poleonro Desa Kalaena, Kecamatan Wotu mengaku sangat terbantu pada materi e-PPGBM dan konseling.

“Selama ini kami isi manual. Sekarang sudah paham cara input e-PPGBM. Semoga ilmu ini bisa kami bagikan ke teman kader lain,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

“Biasanya kami juga ragu kalau ada ibu yang nanya MP-ASI. Sekarang sudah lebih pede,” tambah Aswiyanti.

Komitmen Setelah Pelatihan

Dinkes Luwu Timur menargetkan seluruh kader yang ikut pelatihan dapat menjadi pelatih bagi kader lain di desanya. Selain itu, akan dilakukan monitoring dan pendampingan oleh petugas Puskesmas setiap bulan.

Dengan kader yang terampil dan data yang akurat, Pemkab Luwu Timur optimis target penurunan stunting dan peningkatan cakupan layanan dasar dapat tercapai. Pemkab Luwu Timur juga menargetkan setelah pelatihan, seluruh Posyandu binaan para kader ini aktif minimal 1 kali sebulan, data balita 100% terinput di e-PPGBM, dan tidak ada kasus stunting baru yang terlambat ditangani. (AD)