Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Merespons gelombang keresahan masyarakat terkait meningkatnya aktivitas negatif kelompok remaja pada malam hari, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur, Wahidin S.An., M.Si., secara resmi meminta aparat kepolisian untuk memperketat keamanan. Pihak kepolisian didorong segera mengintensifkan patroli rutin berskala besar, khususnya di wilayah Kecamatan Tomoni dan kawasan sekitarnya.
Langkah taktis ini dinilai mendesak demi memutus rantai kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan. Fenomena tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan, ketertiban, serta ketenteraman warga lokal dalam beberapa pekan terakhir.
Aspirasi ini disampaikan langsung oleh Wahidin setelah menerima banyak aduan dari warga yang cemas terhadap pergeseran perilaku remaja saat malam hari. Laporan masyarakat mengindikasikan adanya peningkatan aksi kerumunan hingga larut malam yang tidak produktif, potensi tawuran atau perkelahian antarkelompok, hingga indikasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya yang dapat memicu tindak kriminalitas.
“Kami menerima banyak sekali keluhan dari warga, khususnya yang berdomisili di wilayah Tomoni. Aktivitas berkumpul para remaja ini sudah mengarah pada tindakan-tindakan negatif yang meresahkan. Oleh karena itu, kami meminta dengan sangat kepada jajaran Kepolisian, khususnya Polsek Mangkutana yang membawahi wilayah ini, untuk segera menaikkan intensitas patroli di titik-titik rawan dan jam-jam krusial,” ujar Wahidin, Selasa (28/7/2026).
Wahidin yang juga merupakan legislator aktif Luwu Timur menjelaskan bahwa kehadiran personel kepolisian berseragam maupun kendaraan dinas di lapangan secara berkala akan memberikan dampak psikologis yang signifikan. Intervensi visual dari aparat dipercaya mampu memberikan efek jera, sekaligus secara efektif membubarkan kerumunan pemuda yang berpotensi melanggar hukum sebelum hal buruk terjadi.
Kendati demikian, Wahidin menegaskan bahwa pendekatan hukum dan tindakan preventif dari kepolisian tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya sinergi dari hulu. Ia mengimbau dengan keras keterlibatan aktif dari lingkungan keluarga dan institusi pendidikan untuk melakukan pengawasan ketat.
“Persoalan kenakalan remaja ini adalah masalah sosial bersama, tidak bisa diselesaikan dan dibebankan kepada aparat penegak hukum saja. Orang tua di rumah harus tahu ke mana anak mereka pergi malam hari, dan pihak sekolah harus terus menanamkan nilai moral. Perlu ada kolaborasi total antara polisi, keluarga, dan sekolah demi menyelamatkan masa depan generasi muda kita,” pungkas Wahidin. (Syam)












