Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan berbasis data valid hingga ke tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP), Nasir pada Rapat Evaluasi Pelaksanaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bekerjasama BPS Luwu Timur, di Aula Media Center Diskominfo-SP, Selasa (28/7/2026).
Nasir menyampaikan, penguatan pengelolaan data di tingkat desa sangat krusial. Akurasi data menjadi fondasi utama Pemkab dalam merumuskan kebijakan yang presisi dan tepat sasaran bagi masyarakat.
”Setiap pengambilan keputusan sangat penting berpedoman pada data yang valid dan relevan. Data yang baik adalah data yang mampu menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegas Nasir mewakili Kepala Diskominfo-SP.

Ia menambahkan, forum evaluasi ini menjadi sarana strategis bagi Pemkab dan pemerintah desa untuk memetakan capaian program sekaligus menyusun langkah perbaikan yang realistis ke depan.
Dukungan senada disampaikan Kepala Sub Bagian Umum BPS Luwu Timur, Muhammad Akbar. Pihaknya mengapresiasi sinergi Pemkab Luwu Timur dalam mendorong kemandirian desa mengelola data sektoral secara berkelanjutan.
”Melalui program Desa Cantik, desa tidak hanya menjadi objek pengukuran data, tetapi didorong menjadi produsen data mandiri untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan,” jelas Akbar.
Sebagai informasi, Pemkab Luwu Timur terus memperluas cakupan program Desa Cantik. Pada April 2026, tiga desa di Kecamatan Malili, yakni Desa Lakawali, Desa Atue, dan Desa Pasi-Pasi, resmi ditetapkan sebagai Desa Cantik terbaru. Langkah ini melanjutkan keberhasilan percontohan sebelumnya di Desa Baruga (2025) dan Desa Wonorejo Timur (2021). (fir/ikp-humas/kominfo-sp)












