RSUD I Lagaligo Rampungkan Presentasi Inovasi, Siap Bertarung di Ajang Kabupaten Luwu Timur 2026

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur resmi merampungkan seluruh rangkaian Presentasi Inovasi Unit Kerja. Agenda strategis ini digelar sebagai bentuk kesiapan matang pihak manajemen rumah sakit dalam menghadapi Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026.

Rangkaian presentasi yang berlangsung secara maraton selama empat hari, yakni pada tanggal 16, 17, 24, dan berakhir pada Senin (27/07/2026), menjadi panggung bagi para pegawai untuk menunjukkan komitmennya dalam memajukan mutu pelayanan kesehatan.

Tiga Inovasi Pamungkas di Hari Terakhir

Pada hari pamungkas pelaksanaan, atmosfir kompetisi sehat sekaligus semangat pembenahan internal sangat terasa. Dua inovator dari unit kerja garda depan dan penunjang tampil memukau mempresentasikan terobosan mereka.

Pertama, Wahyuddin, A.Md.Far yang mewakili Unit Central Sterile Supply Department (CSSD). Ia memaparkan inovasi bertajuk “S-Trace”, sebuah sistem pelacakan berbasis digital yang dirancang untuk memastikan distribusi dan higienitas alat medis steril berjalan optimal serta terpantau secara real-time.

Kedua, Halimah dari Unit Admisi dan Front Office yang membawakan inovasi “Sahabat AFO”. Program ini berfokus pada transformasi pelayanan di area pendaftaran pasien, mempercepat alur birokrasi, serta meminimalkan waktu tunggu guna memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat.

Tak ketinggalan, panggung inovasi ini juga diperkaya oleh keikutsertaan jajaran manajemen struktural. Kepala Seksi Pelayanan Medik, Yance Toyang, SKM., M.Tr.Adm.Kes., turut meluncurkan inovasi tambahan bertajuk “Spesialis Juara”. Kehadiran inovasi ini dinilai semakin memperkuat aspek manajerial dalam optimalisasi kinerja dokter spesialis di lingkungan rumah sakit.

Menjaring 11 Ide Kreatif, 3 Terbaik Siap Dikirim

Secara akumulatif, RSUD I Lagaligo sukses menjaring sebanyak 11 inovasi orisinal dari berbagai unit kerja sepanjang pelaksanaan kegiatan. Angka ini menunjukkan tingginya iklim kreatif dan kesadaran staf rumah sakit terhadap pentingnya reformasi birokrasi pelayanan publik.

Setelah fase presentasi ini berakhir, manajemen rumah sakit akan menghadapi tugas berat untuk melakukan kurasi. Tim penilai internal akan menyaring dan memilih tiga inovasi terbaik yang dinilai paling solutif, aplikatif, dan berdampak luas. Tiga inovasi terpilih inilah yang nantinya resmi diutus menjadi representasi RSUD I Lagaligo di panggung Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Luwu Timur 2026.

Pihak manajemen menegaskan bahwa target utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini bukan sekadar meraih trofi juara di tingkat kabupaten. Jauh lebih penting, inovasi-inovasi yang lahir diharapkan mampu diimplementasikan secara berkelanjutan, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus menjaga nama baik RSUD I Lagaligo sebagai instansi yang adaptif dan inovatif. (Syam)