Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Gelaran Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Madrasah Tahun 2026 di Kabupaten Luwu Timur resmi bergulir pada Senin (5/10/2026). Ribuan harapan besar ditumpukan pada ajang pemetaan mutu ini, di mana para pahlawan tanpa tanda jasa dari berbagai pelosok daerah tampak memadati titik lokasi ujian dengan motivasi tinggi sejak pintu ruangan sesi pertama dibuka.
Agenda krusial pada hari pertama ini diorganisasi ke dalam tiga sesi ujian. Untuk gelombang perdana, fokus asesmen menyasar jajaran pendidik dari rumpun Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sejumlah satuan pendidikan yang mengirimkan utusannya antara lain MI Miftahul Ulum, MI Nurut Taqwa, MI YPRI Wawondula, MI 02 Dongi-Dongi, serta MI Al-Falah DDI Angkona.
Namun, jalannya evaluasi sempat diuji oleh dinamika teknis di lapangan. Di tengah konsentrasi tinggi para peserta yang sedang bermonitor, sistem sempat mengalami hambatan berupa gangguan jaringan (server error) langsung dari pusat. Kendati sempat memicu kekhawatiran, jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Timur bergerak taktis melakukan kanalisasi situasi guna menjaga atmosfer ruang ujian tetap teduh dan kondusif.
Otoritas Kemenag setempat mengimbau kepada seluruh peserta untuk tetap tenang dan menjaga fokus. Langkah solutif pun langsung diambil oleh Kementerian Agama Pusat yang dengan cepat merespons kendala tersebut melalui penerbitan regulasi penyesuaian waktu. Bagi para peserta yang waktu ujiannya tersita akibat galat sistem, dipastikan akan difasilitasi melalui skema ujian susulan.

Melihat situasi tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Luwu Timur, Rabiah, memilih turun langsung meninjau pos-pos pelaksanaan ujian. Kehadirannya di tengah-tengah peserta menjadi energi positif tersendiri untuk mengikis ketegangan akibat kendala teknis.
“Kami berharap AKGTK 2026 ini tidak sekadar dilihat sebagai ujian formal, melainkan panggung nyata untuk membuktikan integritas, dedikasi, serta kapasitas terbaik kita. Ini adalah ikhtiar kolektif demi mendongkrak potret dan mutu pendidikan madrasah di Bumi Batara Guru. Selamat berjuang, petik hasil terbaik, dan insya Allah perjuangan ini bernilai ibadah serta membawa keberkahan,” tutur Rabiah.
Menilik data statistik yang dirilis oleh panitia lokal Kemenag Luwu Timur, total instrumen SDM yang dilibatkan dalam program AKGTK periode ini mencapai 553 orang. Angka tersebut mencakup sebaran yang komprehensif, terdiri dari 483 orang fungsional guru, 63 kepala madrasah, 3 pengawas satuan pendidikan, serta masing-masing 2 orang untuk formasi tenaga laboratorium dan tenaga perpustakaan.
Melalui manajemen krisis yang terukur serta dorongan moral yang kuat dari pimpinan, instansi berharap sisa jadwal AKGTK 2026 dapat dituntaskan tanpa kendala berarti. Output dari asesmen makro ini nantinya akan diproyeksikan sebagai kompas utama dalam merancang formula peningkatan kapasitas SDM madrasah di Luwu Timur agar tumbuh menjadi entitas yang kian kompetitif, berprestasi, dan memiliki martabat tinggi. (Syam)












