Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Praktik baik Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang diterapkan di Desa Wanasari, Kecamatan Angkona, menjadi sorotan utama dalam agenda Stakeholder Meeting yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Selasa (29/9/2026).
Melalui forum strategis tersebut, Komunitas Penggiat Literasi (KOMPLIT) Luwu Timur memaparkan keberhasilan masyarakat setempat dalam memanfaatkan ruang literasi hingga berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga, khususnya para budidaya melon dan semangka.
Perwakilan KOMPLIT Luwu Timur, Risal Mujur, mengungkapkan bahwa pendekatan literasi terapan di Desa Wanasari telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap fungsi perpustakaan. Tidak lagi sekadar tempat membaca buku, perpustakaan kini bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
“Dampak ekonominya sangat nyata. Petani melon dan semangka di Desa Wanasari mampu membukukan pendapatan hingga puluhan juta rupiah hanya dalam kurun waktu dua bulan per siklus panen,” terang Risal di hadapan peserta rapat.
Risal menegaskan, keberhasilan tersebut lahir dari sinergi lintas sektor yang solid. Integrasi antara Pemerintah Desa Wanasari, BUMDESMA, kelompok petani, serta pendampingan program Kampung Pangan Adhyaksa binaan Kejaksaan Negeri Luwu Timur menjadi kunci utama penguatan ekosistem pertanian berbasis literasi ini.
Melihat hasil konkret di lapangan, KOMPLIT mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa se-Kabupaten Luwu Timur untuk lebih peka dalam memetakan serta mengoptimalkan potensi lokal masing-masing wilayah.
“Skema pemberdayaan seperti ini harus mendapatkan dukungan penuh. Luwu Timur membutuhkan lebih banyak ruang literasi inklusif yang mampu menjembatani seluruh elemen masyarakat, sehingga kolaborasi, inovasi, dan kemandirian ekonomi dapat berjalan beriringan,” tambahnya.
Kegiatan Stakeholder Meeting ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, jajaran pimpinan OPD, para Camat, Duta Baca, perwakilan dunia usaha/perusahaan, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan komitmen bersama dalam memperluas jangkauan program literasi berbasis inklusi sosial di seluruh wilayah Luwu Timur. (Syam)












