Kabar Duka: AIPDA Eleaser Bartho, S.H. Meninggal Dunia di Makassar, Doa dan Ucapan Bela Sungkawa Mengalir Luas

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Korps Kepolisian Republik Indonesia (Polri) beserta masyarakat Luwu Timur tengah dirundung duka yang mendalam. Salah satu putra terbaik daerah yang juga anggota kepolisian aktif, AIPDA Eleaser Bartho, S.H., dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di Kota Makassar pada Senin, 10 Agustus 2026.

Informasi kepergian almarhum menyebar cepat melalui selebaran duka resmi dan jejaring sosial, memicu gelombang ucapan bela sungkawa dari berbagai kalangan, termasuk jajaran instansi pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rekan sejawat. Almarhum dikenal luas sebagai sosok polisi yang berdedikasi tinggi, santun, dan memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Secara silsilah keluarga, almarhum AIPDA Eleaser Bartho, S.H., lahir dari latar belakang keluarga yang dihormati di wilayahnya. Beliau merupakan putra kandung dari Bapak Rangan, seorang tokoh pendidik yang merupakan Pensiunan Guru SMPN 1 Wotu. Selain itu, almarhum juga merupakan kakak kandung dari Sri Oviyanti, A.Md.Kep, seorang tenaga medis yang bertugas sebagai perawat di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Bone Pute.

Duka yang mendalam secara khusus dirasakan oleh keluarga besar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo Wotu. Pasalnya, istri dari almarhum, Ns. Septiana Datuan, S.Kep, merupakan staf kesehatan yang mengabdi di rumah sakit daerah tersebut. Manajemen beserta seluruh rekan kerja di RSUD I Lagaligo pun turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam melalui ungkapan duka cita resmi atas kepergian suami dari rekan sejawat mereka.

Ucapan doa, simpati, dan penguatan terus mengalir mengiringi kepergian almarhum. Pihak keluarga, kerabat, serta instansi terkait bersama-sama memanjatkan doa terbaik agar segala pengabdian dan amal kebajikan almarhum semasa hidup dapat diterima di sisi-Nya.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima segala amal baiknya, serta mengampuni segala dosa dan kesalahannya. Kita juga bersama-sama berdoa agar seluruh keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri, orang tua, dan saudara-saudaranya, senantiasa diberikan kekuatan iman, ketabahan, serta keikhlasan yang luar biasa dalam menghadapi ujian berat ini. Aamiin,” tutur salah satu perwakilan kerabat.

Hingga berita ini diturunkan, ucapan duka dari sejawat kepolisian, sahabat, dan masyarakat Luwu Timur masih terus memenuhi beranda media sosial sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan kebaikan yang telah ditorehkan oleh almarhum semasa hidupnya. (Syam)