Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Gelombang cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memicu lonjakan signifikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki pertengahan Agustus 2026, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) setempat dikerahkan secara intensif guna menjinakkan si jago merah yang terus mengancam vegetasi warga.
Data Dinas Damkar dan Penyelamatan Luwu Timur mencatat sebanyak 11 insiden karhutla telah ditangani hingga 17 Agustus 2026. Seluruh kejadian tersebut terfokus di dua wilayah utama, yakni Kecamatan Malili dan Kecamatan Towuti.
Kecamatan Malili menempati urutan tertinggi dengan 6 insiden. Rentetan kebakaran di Malili terdeteksi pada 9, 12, 13, dan 15 Agustus, lalu mencapai puncaknya pada 17 Agustus dengan dua titik api muncul bersamaan dalam sehari. Sementara itu, Kecamatan Towuti mencatat 5 insiden yang melalap vegetasi kering pada 11, 12, 14, 16, dan 17 Agustus.
Ancaman Puncak Kemarau dan Medan Sulit
Maraknya titik api selaras dengan masuknya Luwu Timur ke fase puncak musim kemarau. Dedaunan dan semak belukar yang mengering membuat lahan menjadi sangat mudah terbakar, di mana percikan api kecil atau kelalaian aktivitas manusia dapat dengan cepat membesar.

Proses pemadaman di lapangan kerap terkendala oleh akses lokasi yang terjal serta terpaan angin kencang yang mempercepat perluasan api. Tanpa penanganan sigap, kebakaran dikhawatirkan merembet ke kawasan perkebunan produktif dan permukiman warga.
Pemerintah Imbau Warga Stop Bakar Lahan
Menyikapi situasi kritis ini, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur menginstruksikan warga untuk menghentikan penuh praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar. Masyarakat diminta beralih ke metode pengolahan lahan yang aman dan ramah lingkungan.
Masyarakat juga diminta segera melapor jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun melalui layanan darurat bebas pulsa 112 atau menghubungi Pos Damkar terdekat agar tindakan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. (Syam)












