Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur terus berbenah dalam mengoptimalkan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme jajaran aparatur sipil negara (ASN), dalam gelaran apel rutin pada Senin pagi (3/8/2026), Camat Tomoni Timur, Yulius, S.Sos., M.A.P., menyampaikan tiga poin instruksi penting kepada seluruh jajarannya.
Fondasi Disiplin Kerja dan Transparansi Kinerja Digital
Mengawali amanatnya, Yulius menegaskan bahwa ketertiban dan ketaatan pada aturan merupakan fondasi utama bagi pilar pelayan masyarakat. Menurutnya, partisipasi aktif pada apel pagi setiap pekan menjadi tolok ukur kesiapan mental dan fisik aparatur sebelum menuntaskan kewajiban harian.
“Kebiasaan untuk hadir dan disiplin sejak apel pagi adalah cermin kesiapan kita dalam memberikan pengabdian terbaik bagi warga,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penilaian efektivitas kerja ASN saat ini telah berbasis kriteria digital yang ketat. Lewat skema pelaporan harian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN), seluruh rekam jejak pekerjaan tersistem secara transparan.
“Setiap detail aktivitas yang kita kerjakan kini terpantau di aplikasi SKP. Kinerja tidak lagi sebatas kehadiran fisik, tetapi kepastian bahwa target-target kerja tuntas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Keteladanan Aparatur Sambut Peringatan HUT RI ke-81
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Camat Tomoni Timur menekankan pentingnya peran ASN sebagai penggerak semangat kebangsaan di tengah publik. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kecamatan hingga desa untuk memberikan contoh nyata dengan mempercantik lingkungan kantor dan kediaman pribadi lewat atribut kemerdekaan.
Pengibaran Bendera Merah Putih serta pemasangan umbul-umbul dinilainya bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan simbol penghormatan atas perjuangan para pahlawan bangsa.
“Masyarakat akan tergerak jika melihat aparatnya bergerak lebih dulu. Keteladanan langsung jauh lebih ampuh menggugah semangat nasionalisme dibandingkan imbauan lisan semata. Kita ingin atmosfer semarak kemerdekaan ini terasa hingga ke pelosok permukiman warga,” tutur Yulius.
Kewaspadaan Dini Risiko Kebakaran di Musim Kemarau
Di samping penataan kedisiplinan dan nilai kebangsaan, isu keselamatan lingkungan turut menjadi sorotan utama Yulius. Mengingat cuaca yang mulai memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran akibat faktor kelalaian manusia perlu diantisipasi sejak awal.
Ia mengimbau seluruh jajaran untuk lebih mawas diri, baik saat memfungsikan perangkat elektronik di ruang kerja maupun saat berada di pemukiman masing-masing.
“Mayoritas insiden kebakaran berakar dari kecerobohan kecil. Pastikan instalasi listrik terpasang aman, matikan perangkat elektronik yang tidak terpakai, dan hindari kebiasaan membakar sampah secara sembarangan,” imbaunya menegaskan.
Menjaga Integritas Sebagai Role Model Masyarakat
Sebagai penutup arahannya, Yulius berpesan agar seluruh jajaran pegawai di Kecamatan Tomoni Timur terus memelihara integritas, rasa peduli terhadap lingkungan sekitar, serta konsisten menjadi teladan yang baik di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Sebagai wajah dari pemerintah, beban moral kita bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan di atas kertas, melainkan menjadi pendorong semangat cinta tanah air dan penggerak kepedulian lingkungan di masyarakat,” pungkasnya. (Syam)












