Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD I Lagaligo Jaring 36 Inovasi Unit Kerja Menuju Kompetisi Daerah

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo terus bergerak maju dalam memperkuat mutu pelayanan kesehatan publik dan tata kelola berbasis digital serta ramah lingkungan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Presentasi Inovasi Unit Kerja yang digelar sebagai bagian dari persiapan matang menuju Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026.

Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni pada tanggal 16, 17, 24, dan 27 Juli 2026. Melibatkan total 36 unit kerja di lingkungan internal rumah sakit, setiap unit ditantang untuk melahirkan dan memaparkan terobosan terbaik yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masa kini.

Pada pelaksanaan hari pertama dan kedua yang berlangsung pada 16–17 Juli 2026, atmosfer kompetisi yang suportif sudah mulai terasa. Sebanyak empat inovator perdana telah sukses memaparkan program unggulan mereka di hadapan tim penilai internal. Keempat inovasi yang mencuri perhatian tersebut adalah:

1. SI APUL (Sistem Inovatif Alat Pematah Ampul)

Dikembangkan oleh Kiki Andriani, A.Md.Keb dari Unit Mahalona 5. Inovasi ini fokus pada aspek keselamatan kerja tenaga medis dan efisiensi waktu pelayanan melalui modifikasi alat pematah ampul obat.

2. SI MODIS (Mobilisasi Dini Pasien Serta Pemanfaatan Bantal Dekubitus)

Dihadirkan oleh Winda Yuniar dari Unit Towuti 1. Program ini dirancang untuk mempercepat masa pemulihan pasien tirah baring sekaligus mencegah risiko luka tekan (dekubitus) secara optimal.

3. SI BEDAH (Sistem Edukasi Perawatan Luka Operasi di Rumah)

Dicetuskan oleh Fatiha Izza Tuslamia, S.Kep, Ns dari Unit Mahalona 2. Inovasi berbasis edukasi terstruktur ini mempermudah pasien dan keluarga dalam merawat luka pasca-operasi secara mandiri di rumah guna mencegah infeksi sekunder.

4. KATROL AIR (Kartu Kontrol Cairan Harian Pasien HD)

Dipelopori oleh Baiq Ratna Ayu dari Unit Hemodialisa. Sebuah sistem pemantauan berbasis kartu kontrol yang membantu pasien gagal ginjal kronis yang menjalani cuci darah untuk mendisiplinkan asupan cairan harian mereka.

Manajemen RSUD I Lagaligo mengonfirmasi bahwa rangkaian penilaian ini belum selesai. Presentasi dari puluhan unit kerja lainnya akan kembali dilanjutkan pada fase berikutnya, yakni tanggal 24 dan 27 Juli 2026 mendatang.

Melalui penyaringan yang ketat dan objektif, ajang ini ditargetkan mampu melahirkan inovasi-inovasi terbaik yang tidak sekadar menjadi formalitas kompetisi. Terobosan yang terpilih nantinya akan memegang mandat utama untuk mewakili RSUD I Lagaligo dalam ajang bergengsi Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026.

Lebih dari itu, dampak jangka panjang yang diincar oleh pihak manajemen adalah implementasi nyata di lapangan. Seluruh gagasan ini diharapkan mampu menciptakan sistem tata kelola rumah sakit yang jauh lebih efektif, efisien, memangkas birokrasi pelayanan, dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kepuasan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan. (Syam)