Luwu Timur Dikepung Asap Karhutla, BPBD Keluarkan Peringatan Darurat

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Kualitas udara di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam beberapa hari terakhir. Pekatnya kabut asap kini menyelimuti kawasan permukiman, perkantoran, fasilitas pendidikan, jalur utama lintas kabupaten, hingga pegunungan di daerah berjuluk “Bumi Batara Guru” tersebut.

​Dampak kepulan asap yang masif bahkan menghalangi sinar matahari pagi menembus bumi. Dari pantauan udara, bentang alam Luwu Timur tampak tertutup gumpalan tebal asap putih.

​Kondisi ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Warga mengeluhkan penurunan kualitas udara bersih yang kini mengancam kesehatan pernapasan.

​“Kenapa begini sekarang, pagi-pagi buka pintu sudah disambut kabut asap. Ini berbahaya karena ketebalannya terus meningkat,” ujar Rani, warga Perumahan Bumi Sawita Permai, Malili, Rabu (14/10/2026).

​Keluhan serupa membanjiri media sosial. Warga mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk meminimalisir dampak buruk dari bencana asap ini.

​Menanggapi situasi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur bergerak cepat dengan menerbitkan peringatan resmi bagi masyarakat.

​“Kami sedikit lega karena BPBD sudah menerbitkan peringatan darurat agar seluruh penduduk mengenakan masker serta menutup pintu dan jendela rumah,” kata Abdul Rahim.

​Peringatan darurat ini dikeluarkan BPBD menyusul hasil pengukuran Air Quality Index (AQI) di Kecamatan Malili yang menyentuh angka 105, atau masuk dalam kategori tidak sehat.

​Kepala BPBD Luwu Timur, dr. April, menegaskan bahwa tingkat polusi udara pada angka tersebut sangat berisiko bagi kesehatan, terutama kelompok rentan.

​“Kondisi ini berpotensi memicu iritasi saluran pernapasan, batuk, pilek, sesak napas, hingga memperburuk riwayat penyakit asma dan paru,” jelas dr. April.

​Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, wajib mengenakan masker saat harus bepergian, menjaga rumah tetap tertutup dari paparan asap, serta memperbanyak konsumsi air putih guna meminimalisir dampak kesehatan akibat polusi udara karhutla. (Syam)