Kreativitas SDN 183 Buyuntana Rajai Lomba Bunga Male pada Peringatan Maulid Nabi di Tomoni

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Suasana khidmat bercampur semarak mewarnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tingkat Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Berpusat di Masjid Besar Al Anshor pada Selasa (25/8/2026), perhelatan yang digagas oleh Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Tomoni ini sukses menyedot perhatian jamaah lewat tradisi khas lokal: perlombaan kreasi Bunga Male.

​Bunga Male, hiasan telur berhias kertas warna-warni yang menjadi simbol rasa syukur atas kelahiran Rasulullah, diuji dari segi kreativitas, detail penataan, tingkat kesulitan, hingga estetika visual. Dari puluhan karya yang diusung berbagai instansi dan lembaga pendidikan, deretan kreasi unik milik SDN 183 Buyuntana berhasil mengikat juri hingga dinobatkan sebagai Juara Pertama.

​Posisi runner-up disabet oleh SDN 187 Sumber Agung sebagai Juara Kedua, sementara Juara Ketiga diraih oleh SMP Negeri 1 Tomoni.

​Menanggapi pencapaian tersebut, Kepala SDN 183 Buyuntana, Rismasari, menegaskan bahwa kebanggaan ini merupakan buah dari kerja keras serta kekompakan seluruh elemen sekolah.

“Alhamdulillah, karya kami dinilai sebagai yang terbaik. Namun bagi kami, penghargaan ini hanyalah bonus dari niat tulus menyemarakkan syiar Islam. Yang paling mendasar adalah bagaimana hikmah Maulid ini terus menuntun kita untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ungkap Rismasari usai pengumuman pemenang.

​Apresiasi tinggi turut mengalir dari Camat Tomoni, Darwin HD. Ia menilai keterlibatan aktif elemen pendidikan, pemerintah desa, hingga masyarakat umum membawa nilai strategis tidak hanya dari aspek spiritual, tetapi juga penguatan sosial.

“Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum fundamental untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus membumikan nilai-nilai keteladanan Nabi kepada generasi muda,” ujar Darwin dalam sambutannya.

​Perayaan keagamaan ini dihadiri lintas tokoh masyarakat, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, hingga jajaran pendidik dan siswa. Selain menjaga tradisi kebudayaan Islam di tanah Luwu Timur, kegiatan ini diharapkan terus memupuk kebersamaan dan membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia. (Syam)