Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Akses infrastruktur jalan usaha tani (JUT) di Desa Maramba, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dilaporkan masih sangat memprihatinkan. Hingga saat ini, jalur krusial yang membelah kawasan persawahan produktif tersebut belum tersentuh pengaspalan, sehingga memicu keluhan dari para petani setempat akibat tingginya biaya logistik pertanian.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Kamis (23/7/2026), kondisi fisik jalan masih berupa hamparan tanah berpasir, kerikil lepas, dan bebatuan tidak rata. Jalur transportasi ini tampak gersang dan bergelombang di beberapa titik, serta menyisakan bekas kubangan air akibat kikisan cuaca.
Jalan tani ini merupakan urat nadi perekonomian warga Desa Maramba yang berfungsi sebagai akses utama untuk mendistribusikan pupuk, mobilitas alat mesin pertanian (alsintan), hingga mengangkut hasil bumi. Saat intensitas hujan tinggi, jalur tersebut dipastikan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin, becek, dan rawan amblas. Sebaliknya, saat musim kemarau, debu tebal kerap mengganggu pandangan pengguna jalan.
Kondisi infrastruktur yang minim ini berdampak langsung pada membengkaknya biaya operasional warga. Para petani terpaksa mengeluarkan biaya angkut ekstra karena kendaraan roda dua maupun roda empat, khususnya truk pengangkut gabah, sering kali kesulitan melintasi jalur tersebut, terutama saat masa panen tiba.
Warga dan petani Desa Maramba sangat berharap Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian serius. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera mengalokasikan anggaran guna peningkatan kualitas atau pengerasan jalan usaha tani tersebut. Pembangunan jalan yang layak dan permanen diyakini mampu memangkas biaya logistik, menekan ongkos produksi, serta mendongkrak kesejahteraan sektor pertanian di Kecamatan Wotu. (Syam)












