Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Peta persaingan balap motor di Sulawesi Selatan dipastikan bakal semakin sengit dan penuh kejutan. Gelaran bergengsi Bupati Cup II Kejurprov IMI Putaran 1 Tahun 2026 yang resmi digulirkan pada 30–31 Mei 2026 di Sirkuit Malili, Kabupaten Luwu Timur, menjadi panggung pembuktian bagi kekuatan baru yang siap menggebrak lintasan: dr Ani Nurbani Racing Team.
Kehadiran tim pendatang baru ini langsung mencuri perhatian publik otomotif dan pecinta balap di Sulawesi Selatan. Tidak main-main, dr Ani Nurbani Racing Team langsung memasang target tinggi untuk mendominasi podium sejak bendera race pertama dikibarkan. Ambisi besar ini didukung oleh kesiapan manajemen, teknisi, serta armada motor yang telah melalui proses riset dan persiapan matang.
Turunkan Dua Rider Nasional Bermental Juara
Demi merealisasikan target besar tersebut, dr Ani Nurbani Racing Team resmi mengumumkan lini pembalap mereka. Tim ini mendaratkan dua rider unggulan yang memiliki rekam jejak impresif dan pengalaman mada di level nasional. Kombinasi agresivitas, jam terbang, serta chemistry kuat di antara keduanya diyakini menjadi modal utama untuk mengguncang dominasi tim-tim elite yang selama ini menguasai sirkuit regional.
Di kelas utama, tim mempercayakan kemudi kepada Fahreza Nur Jabad. Pembalap muda bertalenta luar biasa ini dipastikan turun di kelas terbuka (Open). Manajemen secara terbuka membebankan target prestisius kepada Fahreza, yaitu membawa pulang gelar Juara Umum Open. Kemampuan adaptasi cepat dan gaya balapnya yang agresif namun taktis diharapkan mampu meredam perlawanan para pembalap top luar daerah.
Sementara itu, untuk mengamankan kebanggaan tuan rumah, dr Ani Nurbani Racing Team mengandalkan Tegar Saputra. Tegar diplot sebagai senjata utama tim di kategori regional. Ia mengemban misi besar yang tidak kalah berbobot, yakni mengamankan trofi Juara Umum Lokal Luwu Raya. Penguasaan medan dan mental bertanding yang kokoh menjadi kartu as Tegar untuk menyapu bersih poin di kelas lokal.
Persaingan Paling Ketat dalam Sejarah Kejurprov
Langkah berani dr Ani Nurbani Racing Team ini dinilai sangat tepat mengingat peta kompetisi tahun ini diprediksi berjalan sangat ekstrem. Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Luwu Timur, Hardiansyah yang akrab disapa ‘Panjul’, angkat bicara mengenai tensi tinggi balapan kali ini.
Menurut Panjul, kompetisi tahun ini akan menjadi salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran regulasi baru, peningkatan kualitas sirkuit Malili, serta gengsi daerah membuat tensi sirkuit memanas bahkan sebelum mesin motor dinyalakan.
“Banyak tim besar yang turun dengan kekuatan penuh dan riset mesin terbaru. Hal ini membuat persaingan akan sangat sengit sejak sesi kualifikasi untuk memperebutkan grid terdepan, hingga drama di lap-lap akhir babak final nanti,” ujar Panjul saat ditemui di area sirkuit.
Menanti Pembuktian Kekuatan Baru
Meski berstatus sebagai penantang baru, dr Ani Nurbani Racing Team tidak gentar. Berbekal manajemen yang profesional dan persiapan teknis yang matang, tim ini kini dipandang sebagai dark horse atau kekuatan baru yang siap mencuri panggung utama dari tim-tim mapan.
Dukungan penuh dari para sponsor dan mekanik andalan membuat atmosfer di dalam garasi tim sangat positif dan optimis. Publik otomotif Luwu Timur kini di buat penasaran dan sangat menantikan pembuktian nyata dari Fahreza Nur Jabad dan Tegar Saputra saat lampu start resmi menyala hijau di Sirkuit Malili. (Syam)












