Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, S.I.P., M.P., mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur untuk menyusun penganggaran Tahun Anggaran 2026 secara lebih terarah, terukur, efisien, dan efektif. Langkah strategis ini dinilai krusial agar setiap program kerja pemerintah daerah benar-benar memberikan dampak dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Firman usai menghadiri rapat pembahasan evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (20/07/2026).
Dalam forum tersebut, Kepala BKAD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Reza Faisal Saleh, S.STP., M.Si., secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Luwu Timur. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan daerah berjuluk Bumi Batara Guru tersebut dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Menanggapi pencapaian itu, Firman Udding menilai penghargaan WTP harus dijadikan pemantik motivasi bagi seluruh jajaran eksekutif untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah. Kendati demikian, politisi ini mengingatkan bahwa predikat WTP bukan akhir dari pencapaian, melainkan harus dibarengi dengan komitmen kuat untuk menuntaskan seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.
“Ke depan, penganggaran 2026 harus lebih terarah dan terukur sehingga pelaksanaannya semakin efisien dan efektif,” tegas Firman.
Lebih lanjut, Firman meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Luwu Timur untuk bergerak cepat menindaklanjuti setiap catatan dari hasil evaluasi tersebut. Menurutnya, respons cepat dari perangkat daerah akan menentukan kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan APBD ke depan agar menjadi jauh lebih baik.
Ia juga menggarisbawahi bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah wajib diprioritaskan pada program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, Firman menekankan pentingnya indikator kinerja yang jelas dan terukur pada setiap kegiatan yang dirancang.
Mengakhiri keterangannya, Firman menyatakan optimisme yang tinggi bahwa sinergi dan kolaborasi yang kuat antara DPRD, Pemkab Luwu Timur, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memperkokoh akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hubungan kemitraan yang harmonis ini diyakini mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang efektif, berkelanjutan, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Luwu Timur. (Syam)












