Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Suasana Bazar Kelas di SMA Negeri 4 Luwu Timur, Senin 5 Oktober 2026, mendadak mencekam. Puluhan siswa dan guru tumbang dengan keluhan mual, muntah, nyeri perut, diare hingga sesak napas usai menyantap menu rice bowl yang disajikan.
Hingga sore, tercatat 88 orang terdampak, terdiri dari 85 siswa dan 3 guru.
Menu rice bowl dengan lauk ayam suwir plus lalapan diduga kuat menjadi pemicu. Korban pun langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Tiga puskesmas disiapkan siaga, yakni Puskesmas Mangkutana sebagai pusat penanganan, dibackup Puskesmas Tomoni dan Tomoni Timur. Dua korban dengan gejala cukup berat dirujuk ke RSUD I Lagaligo Wotu.
Tak hanya menunggu di rumah sakit, manajemen RSUD I Lagaligo menunjukkan respons cepat. Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan bersama tim medis turun langsung ke Puskesmas Mangkutana.
Langkah ini untuk memastikan penanganan berjalan maksimal, stok obat dan cairan infus aman, serta koordinasi rujukan berjalan lancar antara FKTP dan rumah sakit.
Respons cepat juga datang dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Padahal, bupati saat itu dalam perjalanan menuju Sorowako, Kecamatan Nuha, untuk mengecek persiapan Pekan Expo UMKM di Lapangan Iniaku.
Mendapat laporan kejadian, bupati langsung memutar balik kendaraan menuju Puskesmas Mangkutana. Ia tiba didampingi Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurniadi untuk melihat langsung kondisi para siswa dan guru.
“Kami pastikan semua korban tertangani. Saya sudah minta Dinkes dan RSUD standby penuh,” ujarnya.
Hingga malam ini, tim kesehatan masih melakukan tracing terhadap sekitar 150 orang yang mengonsumsi makanan bazar tersebut. Jumlah korban masih berpotensi bertambah.
Dinkes Lutim dan RSUD I Lagaligo menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif hingga seluruh korban dinyatakan pulih. (AD)












