Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Suasana khidmat mewarnai pembukaan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur yang digelar di Ruang Sidang Utama Paripurna DPRD, Malili, Senin (12/10/2026). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Timur, Rusdidaming, hadir langsung memimpin pembacaan doa sebagai pembuka rangkaian agenda strategis daerah tersebut.
Dalam untaian doanya, Rusdidaming memohon petunjuk dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa agar proses penyusunan regulasi dan pengambilan keputusan oleh pihak legislatif maupun eksekutif senantiasa berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya melahirkan kebijakan publik yang berorientasi pada kepentingan dan kemakmuran masyarakat luas.
“Kami berharap setiap langkah, pembahasan, hingga putusan yang dihasilkan dalam forum terhormat ini menjadi jalan kebaikan serta membawa manfaat nyata bagi kemajuan Kabupaten Luwu Timur,” ujar Rusdidaming.
Ia juga menyisipkan harapan agar para pemangku kebijakan senantiasa diberi kearifan dalam menahkodai pembangunan daerah, guna mengakselerasi terwujudnya visi Luwu Timur yang Juara, Maju, dan Sejahtera.
Tiga Agenda Utama Sidang Paripurna
Setelah prosesi doa usai, Rapat Paripurna dilanjutkan ke agenda inti yang berfokus pada tiga pembahasan penting, yakni:
Pendapat Akhir Fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Strategi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Penyerahan 4 (empat) Rancangan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2026.
Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD untuk pembahasan regulasi lebih lanjut.
Penyerahan empat dokumen Ranperda tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, kepada Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte.
Momen krusial ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat penting daerah, di antaranya Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler, Wakil Ketua DPRD Hj. Harisah Suharjo, jajaran anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Luwu Timur.
Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
Ditemui usai kegiatan, Kepala Kantor Kemenag Luwu Timur kembali menegaskan pentingnya menjalin hubungan harmonis antara jajaran pemerintah (umara), wakil rakyat, dan unsur keagamaan (ulama). Menurutnya, pengawalan pembangunan tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga membutuhkan landasan spiritual dan kedamaian sosial.
“Kunci keberhasilan pembangunan daerah terletak pada kokohnya sinergi antara ulama, pemerintah, dan lembaga legislatif. Jika harmoni ini terus terjaga, kita optimistis Luwu Timur tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kondusif, damai, dan sejahtera secara berkelanjutan,” pungkas Rusdidaming. (Syam)












