Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Mengenang rekam jejak perjuangan tokoh agama di Bumi Batara Guru, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Timur menghadiri peringatan Haul ke-6 Almarhum Dr. KH. Abdul Aziz Rajmal, M.HI., yang bertempat di kompleks Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo, Kecamatan Burau, Minggu (25/10/2026). Momentum sakral ini tidak sekadar menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga episentrum peluncuran fasilitas pendidikan modern dan gerakan pelestarian lingkungan.
Kepala Kantor Kemenag Luwu Timur, H. Rusdidaming, hadir langsung memimpin jalannya penyampaian hikmah haul. Dirinya didampingi oleh jajaran pejabat teras Kemenag Lutim, di antaranya Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Rabiah, serta Kasi Bimas Islam H. Muh. Yunus.
Dalam orasi ilmiah dan keagamaan yang disampaikannya, H. Rusdidaming menekankan pentingnya merawat rekam jejak emas yang telah ditorehkan oleh almarhum KH. Abdul Aziz Rajmal selaku lokomotif pendiri pesantren tersebut.
“Kita berdiri di sini hari ini sebagai saksi hidup dari ketulusan niat, tetesan keringat, dan kekuatan doa-doa mulia almarhum semasa hidupnya. Dedikasi beliau terhadap umat sangat tak terhingga. Menjadi kewajiban moral bagi kita yang ditinggalkan untuk memelihara warisan ini, mengeskalasi perjuangan beliau, dan bahu-mambahu mencetak generasi pencinta Al-Qur’an yang kompetitif dan berakhlak karimah,” tutur Rusdidaming.

Lebih mendalam, pria yang karib disapa Kakan Kemenag ini mengurai empat esensi utama yang wajib dipetik dari filosofi pelaksanaan haul kali ini. Pertama, zikrul maut, sebagai fondasi introspeksi diri dalam menghadapi kehidupan akhirat. Kedua, internalisasi rasa ikhlas dalam memimpin dan mengayomi masyarakat. Ketiga, merekatkan kembali rajutan silaturahmi lintassektoral. Keempat, memupuk komitmen kesyukuran atas segala transformasi dan perhatian yang diterima oleh lembaga pendidikan keagamaan.
Acara kemudian berlanjut pada momentum seremonial yang visioner. Kemenag Luwu Timur bersama pihak pesantren secara simbolis meresmikan bantuan sarana PHTC serta program Digital Class. Transformasi ruang kelas berbasis digital ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi para santri agar mampu menguasai literasi teknologi tanpa kehilangan jati diri kepesantrenannya.
Menariknya, harmoni kegiatan keagamaan ini ditutup dengan aksi pelestarian alam berupa penanaman bibit pohon alpukat secara massal di area pesantren. Gerakan ini mengusung konsep ekoteologi, sebuah manifesto teologis yang memadukan kesadaran menjaga ekosistem bumi dengan doktrin ketaatan kepada Sang Pencipta.
Peringatan haul yang berlangsung penuh khidmat dan haru ini turut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Dra. Hj. Puspawati Husler. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan TNI/Polri melalui Kapolsek setempat dan utusan Yonif, civitas akademika dari IAIN Palopo, pimpinan institusi perbankan seperti Kepala Cabang BSI Tomoni, jajaran pengurus MUI Luwu Timur, para Kepala KUA, kepala madrasah, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat Kabupaten Luwu Timur. (Syam)












