Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan Sosialisasi Bantuan Hibah Padi dan Jagung di Kantor BPP Kecamatan Mangkutana, Kamis (30/4/2026). Bantuan tersebut bersumber pada APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.
Kegiatan yang bertujuan untuk menyinkronisasi penyaluran ini dihadiri oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Luwu Timur beserta Tim; Sekretaris Camat Mangkutana; Koordinator BPP Mangkutana beserta para penyuluh pertanian; Pemerintah Desa bersama pengurus kelompok tani penerima program se Kecamatan Mangkutana.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Luwu Timur, Rahmatullah Azis, S.TP., M.Si dalam sambutannya mengatakan pemerintah daerah mengupayakan pemenuhan benih bersertifikat, sebab menurut penelitian bahwa benih berkualitas dapat meningkatkan produksi.
“Selain bantuan benih, pemerintah juga memberikan sarpras pra dan pasca panen. Sementara verifikasi proposal permohonan bantuan dari petani, walaupun PPL sudah ke Kementrian, pola koordinasi tetap diprioritaskan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, masih ada lahan sawah yang belum ditanami di wilayah tertentu karena komoditi lain. TNI akan mengkawal padi, sedangkan Polri mengkawal jagung. Jumlah benih APBN pada tahun ini sebanyak 335 ton, adapun jumlah benih APBD sebanyak 155 ton.

Adapun sambutan Camat yang diwakili oleh Sekretaris Camat Mangkutana, Semuel N, S.IP menuturkan bahwa fokus pemerintah sekarang adalah ketahanan pangan, olehnya itu PPL sekarang di bawah naungan kementrian langsung.
“Benih bantuan sebagai stimulan kepada petani. Benih adalah varietas unggul, sehingga ikuti anjuran paket teknologi dari penyuluh pertanian,” jelasnya.
Samuel juga berpesan untuk menghindari alih fungsi lahan. Tingkatkan sinergi antara pemerintah, penyuluh dan para petani. Ia juga berterima kasih kepada semua unsur yang telah mendukung program pemerintah.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator BPP Mangkutana, Jean Gloria Lengkong meminta agar petani mematuhi jadwal tanam sesuai hasil rapat komisi irigasi dan tudang sipulung.
Ia membeberkan bahwa panen di kecamatan Mangkutana sudah lebih bervariasi, serta harga stabil bahkan sampai di angka Rp.7.000 per kg. (AD)












