Ajang FTBI Luwu Timur 2026: Kontingen Tomoni Unjuk Gigi, Puluhan Siswa Raih Gelar Juara

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Kontingen pelajar dari Kecamatan Tomoni sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Luwu Timur yang digelar di kompleks SDN 238 Mallaulu, Kecamatan Malili, Kamis (15/10/2026).

​Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur tersebut diikuti oleh ratusan siswa utusan dari berbagai kecamatan. Dalam ajang pelestarian bahasa daerah ini, para utusan Tomoni berhasil memboyong sejumlah piala dari berbagai cabang lomba, mulai dari pidato, komedi tunggal (stand-up comedy), hingga penulisan cerita pendek berbahasa daerah.

​Salah satu kontributor medali terbesar datang dari UPT SDN 175 Kawarasan yang sukses menempatkan tiga wakilnya di panggung juara. Di antaranya:

​Samara Adnan yang menyabet Juara 2 pada kategori Pidato Bahasa Daerah Putri.

​Ainun Alesa Aqsa yang mengamankan posisi Juara 3 kategori Komedi Tunggal Putri.

​Muhammad Hafiz Jalil Habib yang meraih Juara 3 pada kategori Komedi Tunggal Putra.

​Prestasi tak kalah membanggakan juga diukir oleh Askaira Faliha, siswi utusan UPT SDN 187 Sumber Agung, yang berhasil keluar sebagai Juara 2 pada cabang Komedi Tunggal Putri. Sementara itu, dari kategori literasi daerah, Andi Al Fatih Mahardika selaku utusan SDIT Al Bina Tomoni sukses menembus peringkat tiga besar dan meraih Juara 3 pada lomba Menulis Cerita Pendek Berbahasa Bugis.

​Apresiasi dan Misi Pelestarian Bahasa Daerah

​Menanggapi capaian positif para peserta didik tersebut, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tomoni, Helpianol, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa, guru pendamping, serta pihak sekolah yang telah berjuang secara maksimal.

​“Kami menyampaikan selamat dan rasa bangga yang mendalam kepada anak-anak kita yang telah berhasil mengukir prestasi. Bagi anak-anakku yang belum berkesempatan membawa pulang piala, jangan berkecil hati. Perjuangan dan usaha keras yang ditunjukkan selama kompetisi sudah menjadi catatan prestasi tersendiri,” ujar Helpianol.

​Helpianol menekankan bahwa esensi utama dari panggung FTBI bukan semata-mata mengejar piala atau penghargaan fisik, melainkan membangun keberanian mental anak, memperluas pengalaman berkompetisi, serta menanamkan kepedulian terhadap kelestarian budaya lokal.

​“Keberhasilan sejati adalah ketika anak-anak berani tampil percaya diri mempraktikkan bahasa daerahnya. Kami berharap pengalaman di tingkat kabupaten ini dapat memicu semangat seluruh siswa di Tomoni untuk terus belajar, mengasah bakat, dan menjadi garda terdepan dalam merawat bahasa ibu agar tidak punah ditelan zaman,” tambahnya.

​Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu sendiri merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah daerah dalam merevitalisasi penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda sejak dini, sekaligus menjaring bibit-bibit berbakat dari seluruh penjuru Kabupaten Luwu Timur. (Syam)