Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Personel Koramil 1403-16/Nuha bergerak cepat merangkul pemerintah desa dan masyarakat Dusun Wawomeusa, Desa Wawondula, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, dalam aksi gotong royong pembersihan saluran air pada Kamis (24/9/2026). Aksi tanggap lingkungan ini digencarkan guna mengantisipasi potensi genangan dan banjir menyongsong tingginya intensitas curah hujan.
Agenda kerja bakti tersebut dikomandoi langsung oleh Babinsa Desa Wawondula, Serda Nasiruddin, bersama jajaran anggota Koramil 16/Nuha. Aksi pembersihan ini turut dihadiri Kepala Desa Wawondula H. Alamsyah Sahid, jajaran Kepala Dusun se-Desa Wawondula, serta warga setempat yang bahu-membahu membersihkan endapan lumpur dan sampah yang menggenangi drainase.
Melalui laporan resmi Ws. Danramil 16/Nuha kepada Dandim 1403/Palopo, ditegaskan bahwa fokus utama aksi kebersihan ini adalah menormalisasi saluran air yang tumpat. Langkah proaktif ini dinilai krusial untuk memastikan aliran air tetap lancar sehingga risiko luapan air ke permukiman warga dapat diminimalisasi.
Di sela-sela kegiatan, Serda Nasiruddin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan kelestarian alam sekitar.
“Langkah paling efektif mencegah banjir dimulai dari lingkungan sendiri. Kami mengajak warga untuk tidak lagi menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah. Sebaiknya tiap-tiap pekarangan rumah dilengkapi lubang penampungan sampah mandiri,” ujar Serda Nasiruddin.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga tutupan vegetasi di wilayah tersebut guna mencegah ancaman bencana susulan seperti tanah longsor.
“Pohon-pohon di sekitar kita memegang peranan penting dalam mengikat struktur tanah saat hujan deras turun. Karena itu, hindari pemotongan pohon secara liar agar lingkungan kita tetap stabil dan terhindar dari bahaya tanah amblas,” pungkasnya.
Melalui aksi kolaboratif ini, diharapkan kemitraan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin erat demi mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan tanggap bencana. (Syam)












