Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Masalah pengelolaan sampah di Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, kini mencapai titik krusial. Sebagai desa dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi di Kecamatan Wotu, volume sampah rumah tangga yang dihasilkan warga setiap harinya kini melampaui kapasitas sarana pengangkut yang ada.
Kepala Desa Lampenai, Muh. Zaenal Bachrie S.AN, secara terbuka menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah untuk segera memberikan bantuan armada mobil sampah dengan kapasitas yang lebih besar guna mengimbangi laju produksi sampah di wilayah padat tersebut.
Beban Berat Armada “Oto Beccu”
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa armada kecil atau “oto beccu” yang saat ini dimiliki desa tidak lagi memadai. Akibatnya, penumpukan sampah di beberapa titik sering kali tidak terhindarkan karena proses pengangkutan yang memakan waktu lama.

Musa, sopir operasional sampah Desa Lampenai, mengungkapkan tantangan berat yang dihadapinya setiap hari. Dengan kapasitas mobil yang terbatas, ia harus bekerja ekstra keras melakukan perjalanan jauh ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Malili.
“Jarak tempuh ke Malili cukup jauh. Karena mobil kecil dan penduduk kita banyak, muatannya jadi terbatas. Saya harus bolak-balik dua kali sehari ke Malili agar sampah tidak makin menggunung di desa,” ujar Musa, Senin (11/5/2026).
Menanggapi keluhan warga terkait keterlambatan penjemputan sampah dalam beberapa bulan terakhir, Kepala Desa Lampenai, Muh. Zaenal Bachrie, menyampaikan permohonan maafnya secara langsung kepada masyarakat.
“Tabe maraja… Mohon maaf bagi warga kami jika sampahnya agak telat penjemputannya. Melihat Desa Lampenai ini sangat padat penduduknya di Kecamatan Wotu, kondisi kendaraan kita yang volumenya kecil sudah tidak sebanding, apalagi lokasi pembuangan saat ini cukup jauh,” ungkap Zaenal.

Besar harapan pemerintah desa agar pemerintah kabupaten memberikan dukungan armada truk sampah yang lebih layak. Langkah ini dinilai sebagai solusi tunggal untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan dan memastikan kebersihan di Desa Lampenai tetap terjaga secara maksimal di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat. (Syam)












