Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Produk pangan lokal khas Luwu Timur “Dange Juara”, kian memperkuat posisinya sebagai warisan kuliner tradisional bernilai ekonomi tinggi. Diproduksi di Jalan Pua Sandro, Dusun Jambu-Jambu, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, inovasi olahan sagu kemasan ini menjadi langkah nyata melestarikan kuliner Bumi Batara Guru ke ranah luas.
Alternatif Sehat Bebas Gluten
Dange merupakan makanan khas Luwu Timur yang dapat dikonsumsi langsung tanpa campuran zat makanan lain. Kuliner ini juga memiliki daya simpan yang lama serta memiliki manfaat kesehatan yang signifikan bagi tubuh masyarakat.
“Dange juga bisa mengurangi kadar gula dan lain-lainnya,” ujar Lisda Rais (Mamanya Yudha).

Pada Sabtu (16/05/2026), antusiasme terhadap panganan ini terus meningkat seiring tren konsumsi makanan sehat. Dange Juara hadir dengan keunggulan komparatif sebagai produk bebas gluten (gluten-free), tinggi serat, dan diolah 100% dari sari pati sagu alami tanpa pengawet buatan.
Modernisasi Kuliner Tradisional Luwu
Secara tradisional, dange merupakan makanan pokok pengganti nasi bagi masyarakat di Tanah Luwu. Kuliner ini dibuat dengan cara membakar sagu di dalam cetakan tanah liat khusus hingga menghasilkan tekstur yang unik.
Kehadiran kemasan modern berukuran bersih 150 gram membuat produk ini lebih praktis. Inovasi Dange Juara diharapkan mampu mempermudah distribusi oleh-oleh khas ini ke berbagai daerah. Hidangan ini nikmat dikonsumsi langsung maupun disajikan bersama kuah ikan masak (parede), pocco (lawak) serta sayuran lokal.

Dongkrak Ekonomi Desa Lampenai
Melalui pengembangan UMKM berbasis komoditas sagu di kawasan pesisir Wotu ini, masyarakat Desa Lampenai optimis dapat mendongkrak perekonomian desa secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjaga kelestarian budaya kuliner Nusantara dari generasi ke generasi.
Pemerintah dan warga Desa Lampenai menyatakan kesiapannya untuk terus memajukan ekonomi warga lewat produksi massal komoditas lokal ini.
“Kami menjaga warisan kuliner Wotu melalui produk Dange dan kami ingin menjadikan Dange sebagai oleh-oleh khas andalan dari Desa Lampenai,” pungkas Mise pengelola Dange di Desa Lampenai. (Syam)












