Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 melaksanakan program kerja individu bertajuk Geo-Tagging dan Pemetaan Lokasi-Lokasi Tertentu di Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa jurusan Teknik Informatka sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mempermudah akses informasi geografis desa yang selama ini masih minim dan kurang terdokumentasi. Kamis (7/8/2025).
Desa Lampenai memiliki beragam potensi, mulai dari fasilitas publik, area pemukiman, lahan pertanian, hingga lokasi wisata yang jarang diketahui masyarakat luar. Namun, informasi mengenai letak dan detail lokasi tersebut belum terdokumentasi dengan baik. Hal ini kerap menyulitkan pendatang, peneliti, maupun pihak terkait yang ingin mengetahui profil wilayah desa secara lengkap.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN melakukan pengumpulan data titik koordinat menggunakan perangkat GPS dan teknologi pemetaan digital. Proses ini meliputi survei langsung ke lapangan, pendataan nama lokasi, dokumentasi visual, serta pencatatan informasi tambahan seperti fungsi dan kondisi fasilitas. Seluruh data yang terkumpul kemudian diolah menjadi peta digital yang dilengkapi dengan label dan penanda lokasi (marker) agar mudah dipahami oleh pengguna.
Kepala Desa Lampenai, M. Zaenal Bachri, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Unhas. Pemetaan seperti ini sangat membantu kami dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya, dan mempermudah pendataan fasilitas desa,” ujarnya.
Penanggung jawab program, M. Ali Assad, menjelaskan bahwa peta yang dihasilkan tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak, tetapi juga dalam format digital yang dapat dibagikan melalui media daring.
“Kami berharap peta ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak, baik untuk administrasi desa, promosi potensi daerah, maupun peningkatan pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya geo-tagging ini, Desa Lampenai kini memiliki basis data lokasi yang lebih akurat dan terstruktur. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem informasi desa yang modern, terbuka, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. (***)












