Rembuk Tani di Desa Lampenai, Harmon : Tidak Ada Lagi Toleransi Saat Air Ditutup

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Rembuk Tani digelar di Dusun Sumber Nyiur, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas sektor pertanian. Jumat (20/6/2025).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Lampenai, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Wotu, Plt. UPTD Pengairan Kalaena Kanan I, Bhabinkamtibmas Kecamatan Wotu, Babinsa Desa Lampenai, serta para Petani setempat.

Kepala Desa Lampenai M. Saenal Bachri beryukur dengan adanya kegiatan ini pemerintah bisa mengetahui apa yang diinginkan dan dikeluhkan oleh para petani.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur, karena bagaimana kita mau tahu keluhan para petani kalau tidak ada rembuk-rembuk seperti ini. Ini kan kita menerima masukan, permintaan dari masyarakat, saran dari masyarakat, kami selaku pemerintah atau pelayan baik dari tingkat desa maupun sampai ke tingkat dinas terkait, sekiranya bisa tahu persis apa keluhan dan masalah yang ada di lapangan, terkhusus terutama terkait dengan program pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah terkait dengan bisa panen 5 kali dalam 2 tahun,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Harmon selaku Plt. UPTD Pengairan Kalaena Kanan I mengatakan Rembuk tani ini merupakan hal yang sangat positif, dimana sebelum petani turun sawah dapat disepakati jadwal tanam padi sesuai jadwal buka tutup air.

“Dalam rembuk tani ini kita akan menyepakati tentang jadwal tanam padi petani, agar ada keseragaman dan juga tentang buka tutup air, dimana jika hal ini disepakati akan menjadi acuan nantinya bagi para petani supaya mereka tidak kekurangan air pada saat air sudah ditutup. Air dibuka pada tanggal 1 Juni 2025, dan akan ditutup pada 5 Oktober 2025 mendatang. Dan itu tidak ada lagi toleransi untuk dikendorkan lagi ketika sudah ditutup, akan di tutup total sesuai kesepakatan pada saat tudang sipulung ditingkat kabupaten,” tegasnya.

Pada kegiatan ini juga membahas mengenai rekomendasi intensifikasi padi dan juga pemaparan paket teknologi pertanian.

Dengan adanya Rembuk Tani ini, diharapkan petani mendapatkan solusi terbaik dalam menghadapi tantangan pertanian, sehingga produksi dan kesejahteraan petani di Desa Lampenai terus meningkat. (AD)