PESTA DEMOKRASI SEKOLAH: 1.100 Warga SMAN 1 Luwu Timur Bersiap Salurkan Hak Suara pada Pilketos Serentak Sulsel

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Semangat demokrasi mulai memuncak di lingkungan SMA Negeri 1 Luwu Timur (Lutim). Sebanyak 1.100 warga sekolah dipastikan akan menyalurkan hak pilih mereka dalam ajang Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) periode 2026–2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 mendatang.

​Ajang tahunan ini bukan sekadar agenda internal sekolah, melainkan bagian dari gerakan pesta demokrasi serentak tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan. Pesta demokrasi yang diinisiasi lewat kolaborasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan ini memasuki tahun kedua pelaksanaannya, dengan melibat sekitar 528 satuan pendidikan menengah atas di seluruh pelosok Sulsel.

​Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Lutim, Suhardi, mengonfirmasi kesiapan panitia lokal dalam mengawal agenda besar tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pemungutan suara di sekolahnya dipastikan rampung sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan provinsi.

​Uniknya, sistem keterlibatan pemilih pada Pilketos kali ini mengusung azas inklusif. Hak suara tidak hanya didominasi oleh para pelajar, tetapi juga merangkul seluruh ekosistem pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.

​Dalam pembukaan arena debat kandidat yang digelar sebagai tahapan krusial menuju hari pencoblosan, Kepala SMAN 1 Luwu Timur, Muhammad Anwar, merincikan komposisi pemilih yang terdaftar tahun ini. Dari total 1.100 DPT (Daftar Pemilih Tetap) sekolah, 1.040 suara berasal dari jajaran siswa, sementara 60 suara sisanya merupakan representasi dari dewan guru dan staf tata usaha.

​“Artinya, seluruh komponen wajib pilih di tahun ajaran 2026–2027 ini mencakup 1.100 warga sekolah. Semua memiliki kedudukan dan hak suara yang sama untuk menentukan arah kepemimpinan OSIS mendatang,” ungkap Anwar.

​Panggung Pilketos SMAN 1 Lutim kali ini menyajikan pertarungan gagasan dari dua pasangan calon (paslon) terbaik. Paslon nomor urut 1 diisi oleh adu peran Imawati yang berpasangan dengan Adit. Sementara itu, paslon nomor urut 2 diusung oleh duet Khairunnisa Muchtar dan Esyia Cantika. Kedua pasangan kandidat telah selesai memaparkan visi, misi, serta program unggulan mereka di hadapan publik sekolah pada sesi debat terbuka.

​Guna menjaga ketertiban selama proses pesta demokrasi berlangsung, Kepala Sekolah mengimbau seluruh kontestan dan pendukung untuk mengedepankan etika berdemokrasi yang sehat. Ia menekankan pentingnya merawat keharmonisan dan solidaritas, serta mewanti-wanti agar silang pendapat tidak memicu perselisihan personal.

​“Kita semua yang ada di sini adalah satu keluarga besar SMA Negeri 1 Luwu Timur. Perbedaan aspirasi itu wajar, tetapi persaudaraan adalah yang utama,” tegas Anwar.

​Anwar meyakini bahwa panggung debat dan kampanye merupakan sarana edukasi bagi pemilih agar mampu bersikap rasional. Lewat pemaparan gagasan yang terukur, seluruh warga sekolah diharapkan dapat menentukan sosok pemimpin yang benar-benar cakap mengemban amanah serta mengeksekusi program kerja selama satu tahun ke depan.

​Di tempat terpisah, pihak penyelenggara menekankan bahwa keterlibatan KPU dan Disdik Sulsel dalam Pilketos serentak ini ditujukan sebagai sarana pendidikan pemilih berkelanjutan. Melalui simulasi demokrasi ini, para generasi muda dilatih secara langsung untuk memahami mekanisme pemilihan umum, mulai dari mengenali rekam jejak calon, merumuskan pilihan secara independen, hingga menanamkan sikap dewasa dalam menerima hasil akhir pemilu. (Syam)