Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Luwu Timur melakukan Musyawarah Pemilihan Ketua Cabang Baru di gedung serbaguna Kecamatan Mangkutana, Minggu (8/6/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Amrullah Rasyid, S.Pd.,M.Si dan dihadiri oleh DPD IMM Sulawesi Selatan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Luwu Timur, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Luwu Timur, serta Organisasi Otonom Muhammadiyah Se-kabupaten Lutim.
Pada kesempatan ini, juga dirangkaikan dengan penanaman pohon dengan harapan ada investasi jangka panjang lewat bibit yang dibagikan. Sekaligus, ada nama IMM yang melekat, bahwa IMM dekat dan selalu berelasi dengan alam lewat satu langkah kecil ini.
“Kami memberikan 20 bibit durian musang king ini sebagaimana niatan lalu dari ananda kemarin datang menjumpai dan meminta langsung. Silahkan selanjutnya bagaimana membagikannya. Ingat jangan melakukan KDRT. Maksudnya memberikan haknya untuk dirawat dengan baik. Mereka tidak bisa bicara, tapi hanya menunjukkan lewat kondisi daun yang menguning misalnya,” ujar Amrullah Rasyid dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi ananda sekalian yang masih melanjutkan perjuangan dan berusaha untuk menggerakkan roda kepemimpinan organisasi. Bagaimana selanjutnya, Ia berharap semoga musyawarahnya berjalan dengan lancar.
“Sebagaimana tema kolaborasi. Benar bahwa saat ini lebih mudah menjalankan kepemimpinan dengan kolaborasi daripada kompetisi,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Dewan Pimpinan Daerah Sulawesi Selatan, Mustapa membeberkan memiliki tagline dan ini diturunkan ke cabang se-Sulawesi Selatan yaitu Inklusif-Kolaboratif. Sehingga tema-tema pimpinan cabang harus mengikuti ini. Seperti tema PC IMM Lutim, “Kolaborasi Gerakan: IMM Lutim Berkelanjutan”.
“Semoga ke depan pimpinan cabang lebih masif mengawal isu kedaerahan. Akhir-akhir ini kasus lingkungan oleh mafia lingkungan semakin meresahkan. Jika dinilai ini adalah cara untuk menambah anggaran pendapatan daerah, tetapi yang terjadi di lapangan sebaliknya. Keuntungan ini hanya milik sekelompok kolega. Contohnya aktivitas penambangan di Luwu yang ternyata tidak ada dampak yang dapat lebih dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Adapun PC IMM Luwu Timur, Nurhayati mengatakan Momen Musycab ini adalah momentum menilai rapor mereka. Bagaimana kerja-kerja mereka selama satu periode ini.
“Sebagaimana tema kolaborasi, Musycab kali ini membawa ke kecamatan Mangkutana dikarenakan ini menjadi pengingat, bahwa secara teritorial Lutim yang cukup luas sehingga memungkinkan kami untuk safari ke daerah-daerah dari Luwu Timur sendiri. Kami berharap dari tempat ini lahir cikal bakal untuk melahirkan kegiatan kolaborasi yang lebih besar ke depan. Insyaa Allah ini mulai jadi perbincangan kecil kami dengan stakeholder setempat,” katanya.
“Ini adalah ikhtiar kami untuk mengawal gerakan organisasi hingga sampai ke momen akhir ini,” tutup Nurhayati. (AD)












