Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah terus dilakukan. Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Asana dan PATBM Desa Bone Pute menggelar kegiatan Sosialisasi STOP Bullying di dua sekolah dasar, yakni SD Negeri 110 Saele dan SD Negeri 108 Bone Pute.
Kegiatan ini menyasar siswa kelas IV, V, dan VI, dengan tujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai berbagai bentuk bullying, cara pencegahan, serta langkah yang dapat dilakukan apabila bullying terjadi di lingkungan sekolah.

Sosialisasi pertama dilaksanakan pada hari Selasa (3/2/2026) di SD Negeri 110 Saele oleh PATBM Desa Asana yang berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Selanjutnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di hari Jumat (6/2/2026) di SD Negeri 108 Bone Pute oleh PATBM Desa Bone Pute bersama mahasiswa KKN UNCP.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan berbagai macam emosi melalui metode role play, yang diperagakan secara interaktif agar anak-anak mampu mengenali perasaan diri sendiri dan menumbuhkan empati terhadap orang lain. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi tentang cara menghadapi bullying secara tepat, serta ditutup dengan pembuatan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Kepala SD Negeri 110 Saele, Asriani, S.Pd.Gr., M.Pd menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan kolaborasi ini. Harapannya ke depan sosialisasi seperti ini bisa menjangkau lebih banyak anak, karena pada kesempatan ini baru menyasar siswa kelas IV, V, dan VI,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SD Negeri 108 Bone Pute, Mukaddis, S.Pd.I., M.Pd.I.
“Saya sangat senang karena sosialisasi bullying dikemas dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan situasi anak-anak, sehingga materi mudah dipahami,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya bullying dapat tertanam sejak dini, serta tercipta budaya sekolah yang aman dan ramah anak. (***)












