Mahasiswa KKN Unhas Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi POC di Desa Lampenai

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Desa Lampenai sebagai salah satu desa berkembang di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, masih menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan sampah, terutama terkait keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) permanen. Meskipun telah tersedia armada pengangkut sampah yang secara rutin melayani warga, sistem pengelolaan sampah di desa ini belum sepenuhnya optimal.

Kepala Desa Lampenai, Saenal Bachri, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih terus mencari solusi alternatif yang efektif untuk mengurangi timbunan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, yang menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Sebagai respon terhadap permasalahan tersebut sekaligus upaya mendukung solusi berbasis masyarakat salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 114 di Dusun Langgiri, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, pada tanggal 8 Agustus 2025 telah melaksanakan program kerja individu bertajuk Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Rumah Tangga. Program ini dirancang sebagai ikhtiar strategis dalam menanggapi tantangan pengelolaan limbah domestik sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.

Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan teknik pembuatan POC dengan bahan-bahan sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar, tetapi juga mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya transformasi limbah menjadi sumber daya produktif. Pupuk organik cair yang dihasilkan melalui proses fermentasi ini terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur mikrobiologi lahan, dan mendukung peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.

Antusiasme warga Desa Lampenai terhadap kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) tampak begitu tinggi. Hal ini terlihat dari kehadiran masyarakat yang cukup ramai, mulai dari ibu rumah tangga, petani, hingga pemuda desa, yang aktif mengikuti setiap tahapan proses pembuatan POC. Warga tidak hanya menyimak penjelasan dengan seksama, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan pupuk, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman seputar pemanfaatan limbah rumah tangga di lingkungan mereka.

Keterlibatan ini mencerminkan semangat kolaboratif serta keingintahuan yang besar untuk mengembangkan alternatif pertanian yang lebih ramah lingkungan. Dukungan dan sambutan hangat dari masyarakat ini menjadi indikator kuat bahwa program yang diinisiasi mahasiswa KKN mendapat tempat dan relevansi di tengah kebutuhan riil warga akan solusi pengelolaan limbah yang praktis dan bermanfaat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Desa Lampenai mampu mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan keluarga, dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar mereka. Mahasiswa hadir bukan sebagai pengajar semata, tetapi sebagai mitra belajar masyarakat desa berperan aktif dalam menyemai nilai-nilai kemandirian dan keberdayaan. Dari kampung yang sederhana, lahirlah gagasan besar: menjadikan limbah sebagai berkah, dan ilmu sebagai lentera perubahan. (***)