Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Pemkab Lutim) menunjukkan kesiapan matang dalam penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Kategori Madya Tahun 2026. Tim Verifikasi Lapangan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan apresiasi tinggi atas komitmen nyata daerah ini dalam mentransformasi perilaku hidup bersih masyarakat.
Kedatangan Tim Kemenkes RI yang dipimpin Lucky Aris Suryono disambut langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Rumah Jabatan Camat Nuha, Jumat (25/9/2026).
Bupati Irwan menegaskan, keberhasilan program STBM di Luwu Timur bukan semata-mata diukur dari piala atau penghargaan, melainkan pada keberlanjutan perubahan budaya hidup sehat di tengah warga.
“Bagi kami, STBM bukan sekadar mengejar penilaian, melainkan membumikan perilaku hidup bersih sebagai fondasi keseharian warga. Komitmen ini terus kami perkuat melalui kolaborasi lintas sektor,” tegas Irwan di hadapan tim verifikator.
Proses verifikasi lapangan berlangsung secara ketat di sejumlah titik krusial di wilayah Kecamatan Malili dan Kecamatan Nuha. Tim penilai memantau langsung implementasi lima pilar STBM, mulai dari pengelolaan air minum, sampah rumah tangga, hingga limbah cair domestik.

Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, memimpin langsung pendampingan lapangan untuk memastikan seluruh indikator penilaian berbasis fakta di masyarakat.
“Momen verifikasi ini menjadi evaluasi berharga bagi Pemkab Lutim. Fokus utama kami adalah memastikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) meluas serta menjadi kebiasaan permanen seluruh elemen masyarakat,” ujar Puspawati.
Sementara itu, Perwakilan Tim Kemenkes RI, Lucky Aris Suryono, melontarkan pujian atas kesiapan teknis dan responsivitas Pemkab Luwu Timur. Menurutnya, integrasi antara kebijakan pemerintah daerah dan partisipasi aktif warga lokal di Luwu Timur menjadi modal kuat dalam penilaian STBM Award tahun ini.
Penilaian STBM Award Kategori Madya 2026 ini diharapkan menjadi pendorong utama Kabupaten Luwu Timur menuju status wilayah yang bebas dari masalah sanitasi (open defecation free) secara berkelanjutan. (Syam)












