Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat koordinasi untuk membahas pengembangan master plan tapak wisata Batu Putih di Aula Kantor Bapperida, Jumat (28/11/2025).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid. Hadir juga dalam rapat koordinasi ini perwakilan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial P3A, KPH Kalaena, Dinas PUPR, Camat Burau, Pemerintah Desa Batu Putih, Mars, SCF dan save the Children.
Dalam sambutannya, Kepala Bapperida menyampaikan bahwa proses yang sedang berjalan di Batu Putih yang dikawal oleh SCF dan Save the Children sangat positif dan sangat sesuai dengan IAD. IAD atau Integrated Area Development adalah pendekatan yang mengintegrasikan pengelolaan kawasan hutan dan pemberdayaan Masyarakat di wilayah pedesaan.
Kamal Rasyid mendorong agar Pemerintah Daerah menyambut baik proses yang sedang dikembangkan di Batu Putih.
“Pihak dari luar Luwu Timur saja mau mendukung kenapa kita di pemerintah Daerah tidak mau mensupport?,” tegas Kamal Rasyid.
Sementara itu, Witrijani dari Save the Children menyampaikan latar belakang mengapa Save the Children dan SCF menginisiasi pendekatan pembangunan yang lintas sektor dan terintegrasi di Batu Putih.
“Kami menyadari bahwa anak adalah entitas yang keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari ekosistemnya. Di Kementrian P3A sendiri sekarang desa didorong menjadi basis pengembangan Ruang Bersama Indonesia dimana pendekatannya juga multi sektor,” kata Witrijani.
Sejak bulan Agustus 2025, Save the Children, SCF dan Mars berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Batu Putih memang sedang mencoba mengembangkan konsep Membangun Desa Impian sesuai dengan potensi, kebutuhan dan modalitas yang dimiliki desa.
“Dari bulan Agustus kami sudah berproses melalui serangkaian Focus Group Discussion (FGD) di semua dusun dan kelompok yang ada di Batu Putih untuk menangkap aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” kata Saenal, Kepala Desa Batu Putih.
“Dengan difasilitasi Save the Children dan SCF, kami juga didorong untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua stakeholder terkait. Kami didorong untuk secara informal maupun secara formal melalui beberapa kali workshop memetakan program prioritas yang bisa dikembangkan di Batu Putih,” lanjut Saenal.
Setelah melalui serangkaian tahap penggalian informasi, salah satu yang terpetakan menjadi program prioritas desa Batu Putih adalah pengembangan master plan tapak wisata Batu Putih. Master plan ini dikembangkan oleh KPH Kalaena dan didesain untuk mengintegrasikan tidak hanya pengembangan wisata semata, tetapi juga pengembangan agroforestry karena Batu Putih dikenal sebagai sentra kakao, serta integrasi pengembangan ekonomi, edukasi, pembedayaan pemuda dan perempuan serta kesejahteraan anak.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini akan dilakukan pembahasan lebih lanjut untuk memetakan secara lebih konkret kontribusi para pihak yang akan bersama-sama berkolaborasi di Batu Putih.
“Proses yang berjalan di Batu Putih kedepannya dapat menjadi percontohan sekaligus sentra pengembangan kakao di wilayah kehutanan, sehingga dapat diterapkan di desa lain yang situasi dan kondisinya hampir serupa,” kata Kamal Rasyid. (***)












