Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong percepatan digitalisasi.
Hal ini tercermin dari capaian realisasi pajak daerah hingga Triwulan I Tahun 2026 yang berhasil menembus angka 26,23 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 15 persen.
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dirangkaikan dengan Rapat Monitoring dan Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan I Tahun 2026 serta implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), yang berlangsung di Aula Kantor Bapenda Kabupaten Luwu Timur, Rabu (8/4/2026).
Mewakili Bupati Luwu Timur, kegiatan dibuka Asisten Bidang Administrasi Umum, Drs. Askar. Turut hadir Kasubag Umum Setdakab Lutim, Anita, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Adnan, Kepala Bapenda, Muhammad Yusri, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, M. Said, Kabid Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah, Chairuddin Arfah, serta sejumlah perangkat daerah terkait lainnya.
Dalam arahannya, Drs. Askar menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar perangkat daerah dalam mengoptimalkan pendapatan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Digitalisasi bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda, Muhammad Yusri menyampaikan bahwa, capaian realisasi pajak daerah yang melampaui target pada triwulan pertama merupakan hasil dari upaya bersama seluruh perangkat daerah dalam mengoptimalkan sistem pembayaran pajak berbasis digital.
Implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, kata Yusri, dinilai mampu memberikan kemudahan bagi wajib pajak, sekaligus meningkatkan transparansi dan akurasi data penerimaan.
Lebih lanjut, Yusri menjelaskan, sumber pendapatan daerah juga berasal dari retribusi daerah yang meliputi retribusi jasa usaha dan retribusi umum.
“Alhamdulillah pendapatan daerah kita melebihi target pada triwulan pertama. Namun terkait retribusi yang belum tercapai, ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Kami juga akan mengundang kembali OPD terkait untuk membahas dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah,” ungkap Yusri.
Terakhir Kepala Bapenda menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat integrasi sistem perpajakan daerah, meningkatkan validasi data, serta memperluas jangkauan layanan pembayaran non-tunai guna mendorong peningkatan PAD pada triwulan berikutnya.
“Seluruh perangkat daerah dan masyarakat juga diharapkan dapat terus mendukung upaya digitalisasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah,” pungkas Yusri. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp)












