Anak Putus Sekolah Kian Menjamur, PATBM Desa Cendana Tekankan Peran Orang Tua dalam Upaya Pencegahannya

Luwu Timur, Chaneltipikor.com – Kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Cendana bersama forum PATBM Kabupaten Luwu Timur melaksanakan kegiatan Sosialisasi terkait “Peran Orang Tua dalam Mencegah Terjadinya Putus Sekolah pada Usia Remaja” di kelompok VSLA Sipamase-Mase, Dusun Dongi-Dongi, Desa Cendana, Kecamatan Burau. Sabtu (27/12/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pencegahan anak putus sekolah yang pernah dilaksanakan di kalangan anak remaja Desa Cendana sebelumnya. Pertemuan yang melibatkan ibu-ibu dari kelompok Village Saving and Loan Association (VSLA) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua tentang peran penting mereka dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak sehingga terhindar dari risiko putus sekolah.

Adapun metode kegiatan yang dilakukan yaitu melalui diskusi interaktif dengan memberikan edukasi terkait bagaimana cara menjaga komunikasi yang baik dengan anak, memberikan perhatian dan memotivasi anak untuk rajin bersekolah serta menjalin kerjasama yang baik dengan pihak sekolah maupun lingkungan sekitar anak guna memastikan anak tetap bersekolah.

Salah seorang peserta sosialisasi mengungkapkan kekhawatirannya tentang masalah anak putus sekolah di Desanya, anak remaja Desa Cendana cenderung meniru temannya yang putus sekolah dan bisa tetap mendapatkan uang/penghasilan dari usaha pembibitan di Desanya.

Selain itu, ada juga kalimat yang pernah didengar dari beberapa remaja di sana bahwa mereka berpikir tidak masalah untuk tidak lanjut sekolah karena nanti bisa ambil paket atau ikut program kejar paket.

Pada kesempatan ini, Ketua PATBM Desa Cendana, Juliana berharap agar kegiatan ini bisa menurunkan angka anak putus sekolah di Desa Cendana sehingga semua anak bisa memiliki masa depan yang cerah sebagai generasi penerus Desa Cendana ke depannya.

“Besar harapan saya agar angka anak putus sekolah di Desa Cendana menurun, atau kalau bisa 0, tidak ada yang putus sekolah, karena seperti yang kita ketahui anak putus sekolah itu berisiko lebih tinggi terlibat dalam kenakalan remaja, kriminalitas dan masalah social lainnya serta sulit bersaing di dunia kerja,” jelasnya.

“Kalau semua orang tua kompak untuk memastikan anaknya tetap bersekolah dan anak-anak semua bersemangat untuk sekolah maka dapat dipastikan generasi penerus Desa Cendana punya masa depan yang cerah,” tekan Juliana. (AD)